Pers Release

    • Pers Release : Perkembangan Terbaru Kebakaran di Sekolah Alam Ar-Ridho (28/09/07)

      PERS RELEASE

      Hari/Tanggal : Jumat, 28 September 2007

      PERKEMBANGAN TERKINI KEBAKARAN DI SEKOLAH ALAM

      Penyebab kebakaran yang menimpa Sekolah Alam Ar-Ridho Selasa tengah malam (26/9) lalu, telah menemukan titik terang. Hal itu terungkap setelah Tim Advokasi Pascakebakaran Sekolah bertemu dengan pihak kepolisian di Mapolres Semarang Selatan.

      Tim Advokasi yang diwakili oleh Agung Budi Margono, Doni Riadi, dan Joko Kristiyanto diterima oleh Kasat Intelkam, AKP Khundori, SH yang didampingi oleh Kapolsek Tembalang, AKP Margono. Dalam pertemuan itu, Sekolah memaparkan kronologis kejadian versi pihak sekolah, yang kemudian di konfirm dengan temuan pihak kepolisian di TKP.

      Asal api diketahui memang berasal dari sisa-sisa pembakaran yang dilakukan sekelompok anak-anak saat bermain-main api sebelumnya selepas tarawih. Hasil ini didapatkan setelah pihak sekolah melakukan investigasi, dan bahkan mewawancarai langsung sejumlah anak yang terlibat. Paling tidak ada 10 orang anak dari sekitar sekolah dan tidak ada satupun yang berasal dari murid Sekolah Alam.

      Namun, Sekolah memutuskan untuk tidak menuntut anak-anak tersebut atau pihak manapun terkait musibah kebakaran tersebut. “Sekolah Alam ini memang didesain menyenangkan buat anak-anak. Sehingga tidak hanya muridnya, anak-anak dari sekolah lain pun setiap harinya bermain di sekolah ini di sore hari atau hari-hari libur. Kami menganggap kebakaran ini sebagai sebuah ketidaksengajaan atau kecelakaan belaka, dari aktifitas bermain anak-anak. Namun kami berharap, agar anak-anak dapat lebih berhati-hati di lain waktu, khususnya agar lebih menghargai benda atau barang-barang milik orang lain. Jadikan ini sebagai pelajaran yang berharga!” tandas Ust. Nurul Khamdi, Ketua yayasan Ar-Ridho.

      Keputusan untuk tidak menuntut anak-anak ini diambil semata-mata berdasarkan pertimbangan masa depan anak-anak tersebut, apalagi anak-anak tersebut masih di bawah umur dan masih bersekolah sehingga masih bisa dibina. Selain itu, sekolah juga lebih berkonsentrasi pada kegiatan recovery (pemulihan) pascakebakaran.

      Untuk mencegah hal ini terulang, Sekolah akan membangun wisma yang akan dihuni oleh guru agar dapat memonitor kondisi sekolah lebih intens. Wisma itu merupakan bagian dari proyek recovery yang akan membangun kembali 7 lokal yang ludes terbakar. Recovery ini diketuai oleh Nurqudus, S.Pd, MT.

      Namun karena besarnya kerugian hingga mencapai 300 juta rupiah, maka Sekolah cukup mengalami kesulitan untuk memulihkannya dalam waktu cepat. Yayasan kemudian membuka posko kebakaran dan rekening donasi bagi masyarakat yang hendak membantu pemulihan. Donasi dapat dikirimkan melalui rekening Bank Muamalat Cab. Semarang KK. Banyumanik, No. Rek : 501.08926.22 atas nama : Nur Qudus Usman, S.Pd, MT.

      Sekolah juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada warga sekitar yang telah berusaha keras memadamkan api sebelum Pemadam Kebakaran datang, untuk mencegah meluasnya kobaran api ke gedung-gedung lain didekatnya.

      Menurut Agung Budi Margono, pengurus yayasan yang juga anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, “Partispasi warga sekitar cukup besar untuk mencegah kerusakan yang lebih parah, dan patut untuk diapresiasi. Dan kinerja pihak kepolisian, pada kasus ini saya lihat juga sudah optimal.”

    • Semarang, 29 September 2007

      Tim Advokasi Kebakaran Sekolah Alam

    • Agung Budi Margono (yayasan)

    • Doni Riadi (guru)

    • Joko Kristiyanto (guru)

    Contact person :

    Agung BM (0817293152), Doni Riadi (0813 9099 1444)

    ———-

    Alamat Sekolah:

    Jl. Bukit Kelapa Sawit Blok AA

    Bukit Kencana JayaTembalang 50271

    Telp. : 024-70234660/70374878

    Email : sekolahalamarridho@yahoo.com

    Blog : http://www.sekolahalamarridho.wordpress.com

    ——–

    • Pers Release “Berbagi Cerita bersama Bunda Neno (08/04/07)

     

    SEKOLAH ALAM :
    MENJADI MANUSIA PEMBELAJAR SEPANJANG HAYAT

     

    Pembelajar sepanjang hayat. Inilah esensi pendidikan yang sebenarnya. Yaitu menumbuhkan kultur belajar, ilmiah, inisiatif, antusiasme terhadap ilmu dan mampu memetik hikmah dari pengalaman/persitiwa yang dialaminya maupun melalui buku, orang-orang ‘besar’ dan alam. Kultur inilah yng membuat seseorang mampu eksis dan survive dalam kehidupan.

    Dan sekolah pada dasarnya adalah sebuah media yang sangat strategis untuk menumbuhkan kultur pembelajar tersebut, khususnya sedari usia kanak-kanak. Sehingga sekolah perlu didesain sedemikian rupa agar menjadi tempat yang menyenangkan bahkan menghebohkan bagi anak-anak dalam proses pembelajaran. Terlebih, bermain adalah identik dengan karakter anak-anak, sehingga pihak sekolah perlu putar otak agar proses pembelajaran tidak sampai mematikan keceriaan dunia bermain anak-anak namun tak pula membiarkan aktivitas bermainnya menjadi sekedar kegiatan tak bermakna.

     

    Sekolahku surgaku, begitulah kira-kira jawaban yang kita harap ketika keluarga besar sekolah ditanya bagaimana pendapatnya tentang sekolah”, ujar Mia Inayati Rahmania, Kepala Sekolah Alam Ar-Ridho. “Artinya, anak-anak menjadikan sekolah sebagai tempat yang mereka rindukan untuk dikunjungi selalu, dan guru-guru pun menemukan ‘sesuatu’ yang berharga di sekolah yang berkaitan dengan perbaikan kualitas diri dan kematangan hidup” lanjut Mia.

    Sekolah Alam, memberikan ruang gerak yang cukup besar bagi anak-anak. Baik desain bangunan kelas yang berupa saung (kelas semi terbuka) maupun cara belajarnya.

    Ada kebun organik yang dikelola dan dirawat oleh anak-anak. Dari kebun ini guru dapat menjadikannya sebagai inspirasi untuk menelaah sains, matematika, sosial dan perilaku. Adalah pengalaman yang sangat berharga saat anak mulai menanam jagung dari biji, menyiraminya, memupuknya, menghitung pertumbuhannya, dan kemudian memanen bersamanya, bahkan bakar jagung bersama-sama. Selain kebun organik, sekolah juga merawat kelinci, aneka burung, ikan dalam akuarium, budidaya lele, dan greenhouse tanaman hias. Selain terkait dengan materi pembelajaran, tumbuhan dan hewan ini juga efektif untuk menumbuhkan empati dan rasa kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.

    Untuk menumbuhkan karakter kepemimpinan dan mengenal dirinya sendiri, Sekolah Alam mengadopsi metode Outbound Training yang dijadwalkan sekali dalam perpekan. Dan dalam rangka membuka wawasan anak-anak akan kehidupan, anak-anak secara berkala di ajak outing/fieldtrip ke luar sekolah. Tambang ilegal Galian C, pembuatan keramik, membatik, taman margasatwa, kantor media massa, adalah sedikit dari banyak tempat yang pernah dikunjungi anak-anak. Selain itu, adanya lab. komputer memungkinkan anak untuk dekat dengan teknologi, juga perpustakaan dengan koleksi buku-buku populer dan baru membuat anak-anak betah berlama-lama membaca buku.

    Sekolah alam adalah sekolah untuk semua. Sehingga tidak hanya anak-anak, orang tua pun diusahakan untuk ikut ‘belajar’ bersamanya. Metode ‘menyentuh’ orang tua ini, agar dapat menjadi teman seiring dalam mendidik anak ini memang tidak mudah, karena itu metode belajarnya khusus. Salah satunya melalui seminar atau diskusi pendidikan. Tahun lalu, sekolah terakreditasi A ini, mengundang Kak Seto.”Sekarang kita bertukar pengalaman dari Neno Warisman,” kata Ahmad Nurkhin, Ketua Panitia acara “Berbagi Cerita Bersama Bunda Neno.

    Menurut Ahmad, kandungan atau esensi dari uraian tokoh yang diundang ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan yang disampaikan oleh pihak sekolah. Namun rupanya, jika figur publik yang menyampaikannya, kesannya menjadi berbeda dan lebih mudah diterima atau dipahami oleh orang tua. Karena itu, melalui tokoh-tokoh inilah, sekolah menitipkan pesan agar para orang tua dapat mengenal anak dan kekhasan potensinya, untuk kemudian mengawalnya dengan memberikan pola pendidikan yang sinergik dengan potensinya itu.

    Cerita harian atau kondisi realtime metode belajar Sekolah Alam dapat diakses di blog : www.sekolahalamarridho.wordpress.com . Di blog ini, guru dan orang tua saling berdiskusi tentang dunia anak dan pendidikan. Dan ia membuka pula kesempatan bagi khalayak untuk saling bertukar pikiran. []

    2 comments on “Pers Release

    1. 🙂 ) semoga apa yang kita harapkan akan banyak membawa banyak manfaat. dan saling berbagi adalah kergiatan yang paling indah.

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s