QURBAN 1430 H: EVALUASI DAN REKOMENDASI

disembelih Qurbannya
Pagi yang cerah untuk jiwa yang cerah. Ada nuansa yang sedikit berbeda pagi Senin (30/11) lalu itu. Sebab, beberapa kambing sibuk mengembik di sebuah sudut di sekolah. Ya, pagi itu, Perayaan Idul Adha 1430 H sedang digelar di Sekolah Alam Ar-Ridho.

Di hari tasyrik paling akhir itu, kelas kecil (PAUD, TK, Kelas 1,2,3 SD) diliburkan, sementara kakak kelasnya yang besar (kelas 4,5,6, dan SMP) masuk sekolah. Kehadiran murid-murid di sekolah, khusus untuk melibatkan diri dalam kegiatan Qurban. Hari itu, murid dan juga guru, akan mempelajari banyak hal dari Qurban.

Taujih Qurban
Pak Tasropi kemudian meminta murid-murid berkumpul. Sebab, taujih Qurban akan segera dimulai. Ketupat (Ketua Panitia) Qurban, Pak Doni memimpin taujih. Selain mengingatkan tentang latar historis perayan idul Adha, khususnya tentang ketinggian keimanan nabi Ibrahim AS, Taujih juga diisi dengan beragam hal yang bisa dipelajari dari Qurban. (Terlampir dalam artikel “Belajar Banyak Hal dari Qurban)

Di moment ini, juga diumumkan 2 kategori Award Qurban 1430 H, yaitu Kelas dan Siswa dengan jumlah tabungan Qurban terbanyak. Untuk kategori Kelas diraih oleh Kelas 4A dengan jumlah tabungan sebesar Rp 705.100,00. Sementara untuk Award Siswa jatuh pada Aulia Rahma dari Kelas 2A yang telah gigih menabung hingga total berjumlah Rp 170.000,00. Penyerahan Award dilakukan oleh Bu Mia, selaku Direktur Sekolah Alam. (Terlampir : desain Award/Sertifikat Qurban)

Satu persatu, Duta Qurban juga dipanggil kedepan untuk diperkenalkan dengan para siswa. Duta Qurban adalah dua orang utusan dari masing-masing kelas sebagai wakil sekolah. Mereka inilah yang nantinya akan mendistribusikan daging Qurban kepada mereka yang berhak menerimanya.

Rekomendasi 1 : Sound System
Acara taujih Qurban sempat terhambat oleh Sound System yang macet, khususnya Mic yang rusak. Kendala teratasi setelah mencari pinjaman Mic di Pesantren Ar-Ridho di Rejosari. Maka, rekomendasi ke-1 ini adalah : sekolah membeli Mic pengeras suara berkualitas bagus. Dalam skala yang lebih besar, sekolah bisa membeli dan menyusun seperangkat Sound System yang dipasang sedemikian rupa, sehingga ketika ingin menggunakan tinggal pencet satu tombol on. Simple dan bisa bersifat menyeluruh (bisa terdengar diseluruh penjuru sekolah bahkan hingga ke ruang-ruang kelas)

Qurban kali ini, sekolah menyembelih 8 kambing plus 4 kambing dari PKPU. Lima kambing diperoleh dari tabungan Qurban yang mencapai hampir 5 juta rupiah (Terlampir : Tabel Tabungan Qurban per Kelas) dan 3 kambing lainnya dari pequrban; Rahmawati (kelas 7), Syaima (kelas 9) dan Aqila (kelas 1C).

Empat kambing diperoleh dari PKPU (Pos Keadilan Peduli Umat). Sebagaimana amanah dari PKPU, kambing telah disembelih dan dibagikan sehari sebelumnya, pada Ahad (29/11). Daerah sebaran kambing PKPU adalah 2 kambing untuk dukuh Sambung (via Pak Minto, dkk) dan 2 kambing untuk dukuh Kebontaman (Pak Dikin dkk). Keduanya berada di desa Rowosari.

Rekomendasi 2 : Menabung Sejak Awal di semua Unit
Pada dasarnya, target Qurban tahun ini adalah berwujud sapi. Namun dana yang terkumpul pada hari yang telah ditentukan tidak mencukupi. Meskipun bila dikonversi, pencapaian 8 kambing sebenarnya sama dengan 1 sapi.

Di awal, panitia telah merencanakan beberapa langkah. Diantaranya 1). Gerakan Tabung Qurban. Dan 2) Pendekatan pada Shohibul Qurban (Qurban personal), dan 3) proposal ke LAZ atau Pemkot.

Al-hasil, dalam 3 pekan waktu yang tersedia dengan himbauan menabung minimal 1000 rupiah perhari per anak, pada hari terakhir (23/11) terkumpul Rp 3.630.000,00, plus 1 kambing dari Aqila (1C). Rapat besar panitia pada hari itu kemudian memutuskan untuk berqurban dalam wujud kambing. Ternyata 3 hari kemudian, di hari terakhir masuk sekolah yaitu Kamis (26/11) terjadi perkembangan yang signifikan terutama dari unit TK dan SMP. Tabungan Qurban menjadi Rp 4.839.000,00 plus 3 ekor kambing.

Sehingga, sebenarnya, bila waktu yang tersedia lebih lama, unit-unit lebih responsif sedari awal, dan pendekatan pada shohibul Qurban lebih masif, maka Qurban dalam wujud sapi menjadi mungkin.
Maka, Rekomendasi ke-2 dari panitia adalah : Tetap dengan format Tabung Qurban dan bilangan yang sama (minimal 1000 rupiah) namun dengan waktu yang lebih panjang, 1-2 bulan. Gerakan menabung setiap hari ini, dinilai lebih baik daripada mewajibkan murid menyetor uang dalam jumlah tertentu. Dengan menabung, siswa juga belajar untuk menjadi pribadi yang jujur, menjalankan amanah berupa dititipi uang tabungan oleh orang tua. Dengan sedikit catatan, setiap unit (PAUD, TK, SD, SMP) berkolaborasi lebih solid.

Secara matematis, kita dapat menghitung. Bila tahun depan, katakanlah ada 500 murid yang menabung dengan jumlah tabungan rata-rata 20.000, maka akan terkumpul dana Qurban sebesar 10 juta rupiah. Itu cukup untuk membeli sapi ukuran sedang.

PENYEMBELIHAN
Kira-kira pukul 08.00 WIB, prosesi penyembelihan dimulai. Dipimpin oleh Pak Rusmanto sebagai tukang jagal, kambing-kambing Qurban satu demi satu menumpahkan darahnya diantara lafadz basmalah dan takbir. Murid-murid pun antusias menyaksikannnya dengan beragam ekspresi. Bercampur antara kengerian dan keingintahuan. ^_^
disembelih

Pengulitan dilakukan secara mandiri oleh guru-guru SAA dibantu oleh bapak-bapak tukang yang kebetulan sedang berada di sekolah membangun saung. Berbagai alternatif teknik pengulitan ditunjukkan. Ada yang kepala dibawah, ada juga dengan kepalanya diatas.
pengulitan

Semua berlomba dengan waktu, sebab Dhuhur ditargetkan semua sudah usai berikut kegiatan distribusinya.

Di sudut lain, tiga orang tampak ‘khusyuk’ dengan kegiatan cuci-cucinya. Ya, dibawah komando Pak Ropi, jeroan 8 kambing itu dibersihkan. Sebelumnya, Pak Fauzun (yayasan) men-training kilat bagaimana cara efektif membersihkan usus. Tiga lubang di tanah menampung isi perut dan kotoran makhluk memamah biak itu. Bau khas organ dalam rupanya tak membuat Pak Ropi, Huda (kelas 9) dan Mufid (tukang) jijik dan undur diri. Mereka tetap setia hingga jeroan terakhir tercuci bersih.
cuci jeroan

Sementara itu, di bawah tratak, aktivitas khas Qurban juga nampak. Ibu dan bapak guru, dibawah komando Pak Agus dan Pak Alim, berikut beberapa murid bersinergi mencacah kambing yang telah dikuliti menjadi potongan-potongan kecil.
pencacahan

Sebagian bahkan menyayatnya menjadi bagian lebih kecil lagi. Usut punya usut, itu adalah daging yang rencananya akan digunakan untuk bakar sate bersama. Sebagaimana hari raya, yang merupakan hari bergembira terutama bagi anak-anak, kegiatan membakar sate adalah kegiatan yang ditunggu-tunggu oleh anak-anak.
nyate

Disela pencacahan, giliran Bu Isti beraksi. Ibu guru berlatar pendidikan Biologi itu kemudian menjelaskan organ dalam kambing berikut fungsinya kepada murid-murid. Menurut beliau, kambing memiliki sistem pencernaan khusus. Perutnya (rumen) lebih dari satu dan memiliki fungsi yang berbeda-beda. Nah, siapa yang masih ingat, apa fungsi ginjal? ^_^
penejelasan sains

Proses pencacahan berlangsung taktis dan efektif. Salah satu sebabnya adalah dukungan peralatan dari panitia Qurban Masjid Ar-Ridho yang dipinjamkan kepada panitia. Kapak, Telenan, Karpet, dan keranjang kayu adalah sebagian alat yang mendukung kerja pencacahan itu, selain pisau dan karpet yang dibeli oleh panitia sendiri.
Pencacahan2

Rekomendasi 3 : Rawat Aset Panitia tahun ini
Pada poin ini, panitia merekomendasikan : untuk menjaga hubungan silahturahim yang baik dengan ta’mir dan keluarga besar masjid Ar-Ridho. Hubungan yang harmonis ini akan memberi efek saling menguntungkan antara sekolah dan masjid.

Kemudian, panitia mewariskan beberapa perangkat atau aset yang dapat digunakan oleh panitia Qurban tahun depan. Beberapa peralatan itu diantaranya adalah : 6 bilah pisau, cutter, karpet alas daging sepanjang 6 meter, dan bendera logo Sekolah Alam Ar-Ridho berukuran 1×1 meter.

DISTRIBUSI
Dari 8 kambing Qurban, setelah dikurangi daging untuk sate dan sayur makan siang bersama, ternyata didapatkan kurang lebih 110 bungkus daging. Masing-masing bungkus terdiri dari daging, jeroan, dan tulang dengan total bobot 1 kg.

Jika jumlah bungkus telah ditemukan, ini berarti saatnya seksi distribusi dan para Duta Qurban untuk unjuk aksi.

Briefing pun digelar. Murid-murid yang menjadi Duta berembug untuk berbagi tugas. Kelompok terbagi menjadi 2 besar. Kelompok pertama, bertugas membagi Qurban untuk tetangga dan lingkungan di sekitar sekolah. Sementara kelompok kedua, beranjak lebih jauh. Berarmadakan motor, mereka akan mengunjungi dukuh Teseh dan membagikan daging Qurban disana. Pak Rizki mengawal kelompok pertama, dan Bu Yayuk di kelompok kedua.
briefing Duta Qurban

Setelah pembagian tugas, bergegas masing-masing kelompok menyiapkan bungkusan dagingnya. Waktu menunjukkan pukul 11.15 WIB.
persiapan pembagian

Menyenangkan dan mengharukan, saat melihat para murid-murid Duta Qurban menyerahkan bungkusan daging Qurban. Banyak hikmah yang bisa dipetik, terutama perihal betapa indahnya bisa menjadi tangan-tangan di atas.
distribusi Qurban

Semoga, Qurban tahun depan bisa lebih baik lagi. Bisa melibatkan murid-murid kelas kecil yang kali ini masih diliburkan. Dan banyak hal lain yang belum bisa terlaksana di kepanitiaan tahun 1430 ini.

Kepada segenap panitia, orang tua, murid, shohibulqurban, dan segenap pihak yang telah membantu kesuksesan Qurban 1430 H ini, kami mengahturkan terima kasih. Jazakumullahu khoiron katsiro.

(Thx untuk Tim Dok. : Pak Zaini, Pak Arifin, dan Bu Wawi,d untuk foto-foto berceritanya)

notes : Lampiran-lampirannya menyusul ya… ^_^

By sekolahalamarridho Posted in Moment

8 comments on “QURBAN 1430 H: EVALUASI DAN REKOMENDASI

  1. assalamu’alaikum……
    pa kabar smua?
    melihat posting qurban arridho……
    rasanya seperti mengalami alur mundur waktu qurban tahun lalu.
    dan tahun 2009 ini, spertinya kegiatan qurban lebih sukses
    barakallah ya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s