Zubeir Syafawi : Mencetak Generasi Qurani

Ust. Zubeir Syafawi, S.Hi, anggota Komisi IX DPR-RI

Ust. Zubeir Syafawi, S.Hi, anggota Komisi IX DPR-RI


“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan”.

Ust. Zubeir Syafawi, anggota komisi IX DPR-RI, mengawali kajian akbar Sabtu lalu (20/09) dengan mengutip hadist Rasulullah tentang kesombongan. Dihadiri oleh puluihan orang orang tua murid, guru, yayasan, dan msyarakat sekitar SAA, beliau menyampaikan taujih bertema “Mencetak Generasi Qurani”.

Berikut jurnalnya, yang ditulis (tangan) oleh Bu Salamah (guru SMP), setelah di ketik dan diedit seperlunya oleh admin :

Secara fitrah, setiap manusia mengharapkan surga. Tetapi surga itu hanya akan diberikan kepada orang-orang yang tidak memiliki rasa sombong seperti sabda Rasulullah di atas.

Lalu, siapakah orang yang sombong itu?
Salah satu orang yang sombong yaitu orang yang menolak dan meremehkan Al-Quran. Kita bisa melihat sekarang, umat Nabi Muhammad SAW banyak yang mengabaikan Al-Quran. Fenomena ini sebagaimana prediksi Rasulullah saat mengadu kpada Allah, “Ya Tuhanku, ada masa dimana sebagian umatku banyak yang menyia-nyiakan Al-Quran”.

Indikasi seseorang menyia-nyiakan Al-Quran itu, paling tidak dapat dilihat dari :
1. tak mau membacanya
2. membaca, tapi tak mentadabburinya (merenunginya)
3. tak mau menghadiri majelis taklim/tafsir Al-Quran
4. tak menjalankan apa yang dipesankan dalam Al-Quran.

Padahal, salah satu keistimewaan Al-Quran adalah, membacanya saja sudah mendapatkan pahala.Oleh karena itu, jikalau ingin mencetak generasi Qurani, maka seorang pencetak harus memahami terlebih dahulu isi Al-Quran, juga karakter-karakter generasi Qurani.

Genrasi Qurani memiliki karakter sebagai berikut :
Pertama, Karakter Tauhid. Karakter ini harus ditanamkan sejak awal, seperti tentang sifat dan nama-nama Allah yang akan menjadi landasan utama untuk bisa memahami Al-Quran secara utuh. Misalnya saja bagaimana cara kita memahamkan kepada anak-anak tentang arti tasbih, takbir, dan tahmid.Karena didalam kalimat tersebut ada ekspresi ketauhidan.

Kedua, Karakter Sami’na wa atha’na (Ketaatan kepada perintah Allah). Karakter tersebut akan terbentuksetelah memahami tauhid. Sebab karakter sami’na wa atha’na adalah ketika mendapat perintah/anjuran dari Allah maka ia langsung melaksanakannya tanpa tawar, meskipun ia belum memahami. Karena selain dari itu maka akan termasuk dalam golongan orang-orang fasik. Hal sepele, nyamuk misalnya, maka orang yang bukan mukmin tidak akan percaya kalau nyamuk itu membaca Al-Quran atau berdzikir, tapi orang-orang mukmin mempercayai hal itu. Orang yang taat akan melakukan kententuan dan ketetapan Allah semampu dirinya.

ketiga, Karakter Tazkiyatun Nafs (Membersihkan Jiwa). Mendidik generasi Qurani dilakukan kepada orang-orang yang suka membersihkan diri. Karena orang-orang seperti itulah yang akan dengan mudah memahami karakter tauhid dan karakter sami’na wa atha’na. Membersihkan diri bisa diawali dengan pemahaman dan pemikiran yang benar.

Keempat, Karakter memberikan manfaat kepada orang lain. Seperti sabda Rasul, “Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain”. Maka mendidik generasi Qurani juga harus bisa menumbuhkan karakter tersebut. Karakter yang bisa memberikan manfaat kepada orang lain, Sehingga nantinya akan bisa bermasyarakat dengan baik pula.

Simpulannya, seseorang yang bertekad hendak menjadi generasi Qurani, akan memperhatikan dengan sungguh-sungguh segenap inderanya. Dalam kalimat sederhana, ia akan selalu bersikap berhati-hati terhadap apa yang tangannya lakukan, memilah-milah tayangan yang dilihatnya, ataupun suara yang didengarnya,

Audience Kajian Akbar ust. Zubeir Syafawi

Audience Kajian Akbar ust. Zubeir Syafawi

Kesempatan kajian akbar ini, juga dimanfaatkan oleh Ust. Nurul Khamdi, penasehat Yayasan Ar-Ridho untuk menyampaikan informasi tentang rencana launching pesantren putri Mahad Al-Quran Ar-Ridho di dukuh Rejosari yang insyallah akan dimulai pada tanggal 1 November 2008.

By sekolahalamarridho Posted in Moment

2 comments on “Zubeir Syafawi : Mencetak Generasi Qurani

  1. subhanallah,semoga dari saat ini qta bisa menjadi generasi qur’ani. seperti pesan aa gym mulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil, DAN MULAI DARI SEKARANG. wah jadi rindu suasana di semarang banyak kajian. sukses juga untuk pesantren putri Mahad Al-Qur’an Ar-ridho.pak doni udah nonton film laskar pelangi? tuh film emang buat hadiah ultah ku, launching-nya aja pas ultah-ku (wis gak nyambung). salm buat seluruh keluarga besar ar-ridho

  2. wuahhh…pengen banget nonton film itu, tapi sama sapa ya? ga seru kalo sendirian. si ikal bilang sih, filmnya jauh lebih bagus dari novelnya.

    hemmm…met merenungi hari lahir, ya bu shary…
    salam balik juga dari KB SAA…
    ^_^
    moga tambah semnagat dalam berkarya
    (kami tunggu blognya bu sari nih)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s