NAK


(pengantar : puisi keren ini dikirim oleh Pak Imam Sardjono. Katanya sebagai hadiah karena sudah mengupload foto saung. ^_^ Terima kasih kembali pak…thx juga buat puisinya. Tuh pak, saung di awal-awal pendiriannya…dulu banget…mungkin sekitar tahun 2005)

NAK #1
: Harimu…

Ku antar dirimu di gerbang itu nak…
Percayalah bapakmu setia menunggu harimu di saung kehidupan itu

Masuk-masuklah
Jangan kau ragu
Langkahkan kakimu
Kepakkan sayapmu
Cakrawala keilmuan di depanmu
Akar keimanan kan menancap dalam di hatimu
Umbar kebebasan ekspresimu
Kejarlah cita dan harapanmu

Lelahmu adalah bekal nantimu
Peluhmu adalah saksi akhirmu

bila sudah kau cukupkan harimu
berkesahlah dari kedalaman batinmu, biar bapakmu belajar kesabaran
berteriaklah dari kelantangan mulutmu, biar bapakmu belajar mendengarkan
Tertawalah dari keriangan nuranimu, biar bapakmu belajar makna syukur
Menangislah dari resahmu yang dalam, biar bapakmu belajar ikhlas
Rangkailah pengalaman dari kalimatmu yang jujur, biar bapakmu belajar kehidupan

datang-datanglah dalam dekapan bapakmu
doa-doa kan panjatkan dalam setiap aliran darahmu

tidurlah nak…
ini malam telah datang,
istirahatlah,
lepaskan penatmu,
karena esok sudah menunggu


NAK #2

: pada gurumu

Nak mintalah tangga pada gurumu
naikilah awan keilmuan itu

Nak mintalah sayap pada gurumu
berkelanalah di langit biru ekspresimu

Nak mintalah sebilah bambu pada gurumu
Robek sekat kebuntuan pemahamanmu

Tapi jangan kau langgar pagar gurumu
Karena yang akan menjaga jalan akhiratmu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s