Aksi Hari BUmi: “BUMIKU HIDUP KEMBALI”

aksi hari bumi sekolah alam ar-ridho

“Siapa yang cinta bumi..tepuk tangan!” plokplokplok..

Tepuk tangan yang meriah mengakhiri Aksi Hari Bumi pagi ini (22/4). ^_^ Yup! sebuah ending yang sangat baik. Anak-anak TK, SD, dan SMP Sekolah Alam Ar-Ridho bersama dengan kakak-kakak mahasiswa dari Teknik Lingkungan UNDIP berkumpul membentuk satu lingkaran. Rame dan gayeng…

Beberapa jam sebelumnya…
Kita-kita pada berkumpul di depan gedung Pascasarjana UNDIP, setelah menempuh perjalanan paling tidak setengah jam dengan angkot yang dicarter dari Bukit Kencana Jaya. Benar-benar turun gunung deh keluarga besar Sekolah Alam itu…TApi, dengan kekuatan 50% saja. Anak kelas 6 SD lagi UN, kelas 1,2,3,4 libur. Yang ikut…SMP, sebagian Kelas 5 SD, dan anak-anak TK A2. Keikutsertaan murid TK ini, mendadak banget, diluar skenario. Bu gurunya, Bu Wawid dan Bu Teni menyatakan keinginannya untuk ikut serta dalam aksi. So, kenapa tidak? Jadilah mereka ikut serta…^_^

“Ayo..kita teriakan takbir biar semangat” kata PAk Joko, sang korlap, membuka pemanasan, diikuti oleh teriakan ALLAHUAKBAR bersama-sama. Mars Sekolah Alam juga terdendang setelahnya.

Tak lama, Pak Arifin mengambil alih, “Oke, kita bikin formasi seperti kemarin di sekolah”, ujarnya kepada. Barisan berjalan…sebuah lagu dimainkan…”Lestari alamku…lestari desaku…” Yoi..itu laginya Boomerang…dinyanyikan sepanjang jalan hingga menuju tempat tujuan…bundaran air mancur dekatnya patung PAngeran Diponegoro.

Anak-anak nampak sumringah. Ini Aksi pertama yang mereka ikuti. Aksi tunggal pula, tak bergabung dengan elemen lain. Jadi, semua ekspresi campur. Dari yang malu-malu sampe malu-maluin…hehe…ngga ding…Yang jelas, semua berusaha memberikan persembahan terbaiknya.

Sampe disini, Mas Edhi dari Radio Elshinta sudah datang meliput. Wahh…rajin betul. Selain MAs Edhi ada juga seorang fotografer dari Radar Semarang Jawa Pos.

Aksi hari ini, sepertinya bakalan rame. Tapi heran juga, sudah jam segini (09.30), bundaran air mancur belum diisi dari elemen lain. Kami, para guru sebenarnya khawatir nanti jika tempat itu di ‘booking’ duluan oleh kelompok aksi yang lain… NAmun, alhamdulillah, rupanya tidak…sepertinya, tempat itu sengaja dikosongkan sama Allah biar dipake sama kita-kita dari Sekolah Alam…hehe…

Anak-anak langsung beraksi. Mereka nampak tak peduli…mau ada penontonnya atau tidak. Yang penting tancap gas…^_^ the show must go on. Anak-anak telah berlatih beberapa kali di sekolah sebelumnya. Tapi ya gitu…namanya ABG, latihannya nggak pernah bisa optimal…soalnya becanda mulu… Tapi, aneh…kali ini mereka serius dan sungguh-sungguh.

Ceritanya, dalam aksi teatrikal ini, bumi yang semula indah…ditandai dengan pepohonan yang tumbuh subur dan bunga-bunga dimana-mana, menjadi menangis. Seorang Kala (yang diperankan dengan asik oleh Reza) datang dan membabati semua hehijauan…satu persatu pohon bertumbangan… Gergaji guedhe sang kala betul-betul menciptakan petaka. Para siswa bersama warga kemudian, melakukan aksi protes kepada seorang pengusaha dibalik aksi sang Kala. “Pokoknya, dalam waktu seminggu, kami mau hutan kami kembali seperti sedia kala!” kata Syaima sewot…^_^ LAnjut, sang kala pada akhirnya terkapar tak berdaya…’dipanah’ oleh pasukan panah yang mewakili beberapa elemen alat negara dan masyarakat…Sang Kala mati dengan sebilah anak panah bertulisakn :Stop Pembalakan. Anak-anak muda yang protes tadi kemudian menjadi penyelamat bumi. Mereka menyirami pepohonan…yang kemudian bangkit dan menghijau kembali….

Suasana semakin ramai…sebagian anak-anak berinisiatif membagikan brosur yang diikat dengan bunga.. diantaranya ada yang bertuliskan : “Pisahkan Sampah, Organik dan Nonorganik”. sebagian berusaha membagikan brosur sekolah kepada pengendara yang lewat. Sebagian lagi, bernyanyi dengan bantuan megaphone. MAkin lama, mereka makin “in” saja dengan apa yang meerka lakukan. Di trotoar…adik-adik TK duduk dan menonton dengan manis… sambil makan dan minum jajanan…^_^ Bu Eni, sibuk membagi-bagikan Pers Release buat wartawan.

Wartawan juga makin ramai berdatangan, baik wartawan TV, radio, maupun cetak..plus fotografer… Anak-anak Klub foto, Sidiq dan Shohif, juga berbaur diantara mereka. Nah, semua foto yang ada di posting ini adalah hasil jepretan mereka semua. Asli…ga ada yang jepretan guru.

Menjelang akhir, tiba-tiba dari arah Telkom muncul serombongan mahasiswa berjaket almamater UNDIP. Dari spanduknya ada identitas Teknik Lingkungan. hemm..sepertinya mereka habis beraudiensi dengan anggota dewan di gedung berlian, tak jauh dari tempat anak-aank Sekolah Alam beraksi.

Saling sapa…saling tepuk tangan…dan yang terjadi kemudian adalah, hehe,,seperti magnet…kakak-kakak mahasiswa itu mendekat… dan berkumpulah kita semua menjadi satu…
Ya…tak apalah, untuk isu yang satu…mencintai bumi…bolehlah kita bersatu. Lagian, bagus juga buat anak-anak SMP, aksi mereka disambangi sama kakak-kakak mahasiswa. Si Ibun malah sempet juga bareng dalam barisan mahasiswa saat pulang kemabli ke depan gedung Pascasarjana. Asli… Ibun nggak kentara, soalnya, tinggi badannya aja sudah sama dengan mahasiswa. Cuma satu yang ngebedain…cengar-cengirnya…halah!

“Gimana capek nggak” tanya seorang guru pada salah seorang murid usai aksi. “Nggak pak, asik…mau lagi besok-besok…” jawabnya sambil terkekeh-kekeh.

(download pers release : pers-release-hari-bumi)

Foto lain :

5 comments on “Aksi Hari BUmi: “BUMIKU HIDUP KEMBALI”

  1. wow… kereeen.. subhallah…

    sekolah alam ar ridho memang joss!!!

    2 hari lalu baru menggeber open house dengan variasi lomba, pentas, pelatihan dan pameran… kali ini dengan peringatan hari bumi… wah… salut dech… siapa dulu gurunya??
    selamat dech atas aksinya… btw, jadi audiensi dengan dewan or gubernur? kok gak kebaca beritanya ya,….

    penginnya kemaren ikut,, e,,, ternyata malah diminta di kelas…
    yach… akhirnya gak bisa ikut… soale dah “gatel” nich.. lama gak aksi.. kali-kali ak diajak ya…

    oke see yuuu… salam dari gunungpati…
    wassalaam

  2. buat pak imam

    kok gitu sih…
    kan dah dari dulu, kita sekolah alam…
    gimana sih pak imam.. (hee.. he…)

    coba kemaren kalo ada pak imam,… wah.. lebih mantep lagi…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s