Dari Semarang ke Baturraden

Rihlah Baturraden

Berhenti sejenak. Itulah yang dibutuhkan setelah melakukan pergerakan yang panjang dan melelahkan. Sebuah moment perenungan dan kontemplasi dibutuhkan dalam sebuah aktivitas pergerakan/pekerjaan untuk melihat dengan seksama apakah yang kita gerakkan/kerjakan ini sudahkah on the track atau justru melenceng dari jalurnya.

Selain untuk perenungan, berhenti sejenak memberikan masa atau kesempatan untuk lahirnya energi-energi baru yang kelak dibutuhkan untuk menjalankan roda pergerakan berikutnya. Inilah yang disebut dengan menjaga stamina. Balapan super cepat sekaliber Formula One pun, butuh berhenti barang sedetik dua detik di Pit Stop. Jika tidak, mungkin ia tak akan pernah mencapai garis finish.

Setelah cukup ‘lelah’ mempersiapkan Akreditasi Sekolah, dan segenap kelelahan lainnya (meski sebenarnya kita tak boleh mengucap lelah) keluarga besar Sekolah Alam Ar-Ridho dan Yayasan yang menaunginya, rihlah (rekreasi) ke Baturraden Purwokerto (09/12/2006).

Enampuluhan orang diangkut dengan satu bus besar, bersuka ria menikmati indahnya hamparan alam ciptaan Sang Pencipta. Mulai dari wana wisata, Curug tujuh, hingga taman bermain, dikunjungi oleh para staf beserta keluarganya ini.

Foto diatas adalah saat Ust. Nurul Khamdi bermain bersama Habiba, putra ke-9, di lokasi Curug Tujuh. Bebatuan yang dialiri unsur belerang terus menerus, menjadikannya berubah menjadi kekuning-kuningan.

Rihlah Baturraden2

By sekolahalamarridho Posted in Moment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s