Empati Seorang Sahabat

dua sahabat

Pukul 09.30 WIB. Saatnya istirahat bagi anak-anak kelas satu. Saat istitarahat itu, biasanya  anak-anak mengeluarkan bekal makanannya dan sebagian ada yang jajan di kantin Bude Paniyo.

Tanpa sengaja, saya mendengar percakapan antara Zulfa dan Aulia.

Zulfa            : “Aul, kamu ngga bawa uang?”

Aulia            : “ Nggak, lupa…”

Zulfa            : “ Kamu juga nggak bawa makanan?”

Aulia menggelengkan kepalanya.

Zulfa            : “Ya udah ! Nih, aku beri punyaku aja !” (sambil merogoh dompetnya)

Dialog singkat itu membuat saya termangu lama-lama. Meskipun mereka belum mengerti makna empati, akan tetapi sesungguhnya apa yang dilakukan Zulfa adalah wujud dari rasa empati. Walaupun dalam bentuk sederhana.

Tak sekedar bersimpati, Empati adalah langsung mengulurkan bantuan. Empati adalah ketika kita memahami kesulitan orang lain atau sahabat kita dan kita dapat berbuat sesuatu untuk menolongnya dari kesulitan.

Subhanallah ! Semoga sikap empati itu melekat terus hingga mereka beranjak dewasa.

Foto di atas bukan Zulfa dan Aulia, tetapi Muthi dan Fira. Keduanya murid TK B. Keduanya juga berteman akrab, dan saling berbagi seperti Zulfa dan Aulia. 

By sekolahalamarridho Posted in Hikmah

One comment on “Empati Seorang Sahabat

  1. Pandang terus ke depan nak…
    Bapak dan ibumu hanya bisa mengantarmu pada “GERBANG”
    Selanjutnya hanya kamu sendiri yang akan meleluinya
    Ingatlah Nak…
    Tujuan perjalananmu adalah Akhiratmu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s