Bila Kelas Satu Turun

 Rapling

“Kelas Satu turun…! Kelas satu turun …!”

Suara koor anak-anak TK A1 itu menyentak anak-anak kelas 1 yang sedang asyik menulis buku harian.

Biasanya, jika ada koor seperti itu, maka itu berarti lantai kelas A1 ada yang basah yang disebabkan oleh air minum yang tak sengaja jatuh dari atas (kelas 1).  Air itu jatuh melalui celah-celah lantai papan kelas 1.

Tanpa disuruh, Osa lalu bergegas turun. Sementara teman-teman lainnya asyik dengan pekerjaannya.

“Selesai.” Pikirku dalam hati. Yang menumpahkan air telah bertanggungjawab turun ke bawah. Turun ke bawah berarti juga sekalian mengepel lantainya.

Ternyata, diluar dugaan. Belakangan di ketahui  yang menumpahkan air, ternyata bukan Osa, tetapi salah satu anak putri yang jauh tempat duduknya dari Osa. Meskipun begitu, kata teman-temannya, Osa tetap saja mau mengepel lantai yang basah itu.

Salut buat Osa. Ternyata, dibalik sikap pemalunya itu (khususnya dulu waktu awal-awal kelas 1, red)  ada bakat besar untuk menjadi seorang pemimpin. Pemimpinlah yang mau dan mampu bertanggungjawab atas segala yang dilakukannya atau yang dilakukan oleh orang yang dipimpinnya.

Foto di atas adalah salah satu murid kelas 1 yang turun dari kelasnya ke lantai bawah dengan cara hely rapling, saat hari outbound tiba. 

By sekolahalamarridho Posted in Hikmah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s