Antusias

antusias

Anak-anak selalu ingin tahu. Seperti yang ditunjukkan Fadli (Kelas 3 SD) saat mengamati dengan antusias apa yang sedang dikerjakan oleh para tukang di sekolah. Jika orang tua dan guru salah menyikapi antusiasme ini, dengan cara menghardiknya agar ia pergi, maka antusiasme itu dapat berubah drastis menjadi kekecewaan. Kelak, ia akan menyadari sesuatu bahwa keingintahuan adalah awal lahirnya kemarahan. Efeknya, ia berhenti belajar. Maka, beri ruang agar antusiasme ini melahirkan sosok-sosok pembelajar sepanjang hayat.

One comment on “Antusias

  1. saya sangat setuju dengan ide memberi ruang gerak kepada anak untuk mengeksplorasi keingintahuaannya. saya sering melihat realita cara mendidik anak di masyarakat, ketika rasa keingintahuan seorang “bocah” menjadi surut karena larangan dan “hardikan” orang tua yang menganggap hal itu berbahaya, kotor, dll. Bila semua orang tua bisa memahami keingintahuan “buah hati” mereka, niscaya bakal lahir generasi penerus bangsa yang kreatif dan kritis. Salam.
    Bravo Ar-Ridho

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s