jump to navigation

Dari Admin : Maafkan… Januari 16, 2009

Posted by sekolahalamarridho in Teachers Corner.
trackback

Saya ingin menghaturkan maaf, utamanya kepada blog ini. Sebagaimana ayah yang minta maaf kepada anaknya karena berbuat salah. Jika blog ini sengaja dilahirkan, berarti ia adalah bagian dari yang disebut dengan darah daging. Atas predikat darah daging itu, ia berhak atas nafkah dari ayahnya. Nafkah yang berupa update postingan, pembalasan komentar, hopeblogging, dan seterusnya. Jika blog ini bisa bicara, mungkin ia akan protes, karena lama sudah ia tak dijamah.

Tapi saya ingin mengatakan pada blog ini, bahwa sifat kekhususan yang melekat padanya, membutuhkan paling tidak 3 hal agar ia bisa terus ditulisi. Mereka adalah : mata, akal, dan hati (to see, to think, and to feel). Satu saja unsur tak terpenuhi, maka sulit untuk bisa menciptakan tulisan baru.

Kedepan, mungkin tak banyak foto yang bisa dilampirkan dalam postingan,karena kemampuan mata visual (dan kamera) sudah jauh berkurang. Mungkin banyak moment dan peristiwa bagus, tapi tak sempat tersaksikan atau terabadikan. Atau jika terabadikan, tidak tahu dimana filenya disimpan. Dan seterusnya, termasuk tentang ‘hang’-nya kemampuan akal (pikiran) serta hati (merasa) . Sehingga, Maaf yang kedua adalah jika kedepan ada perubahan karakteristik blog ini… sebuah perubahan rasa…

Setitik suara menyarankan blog ini ‘dimakamkan’ saja. Tapi, jika melihat wajah polos anak-anak dan mengingat wajah pendidikan Indonesia, maka tidak ada pilihan lain selain memberikan padanya pernafasan buatan agar ia tetap hidup. Meski bagi sebagian orang, dicap tak memberikan banyak kemanfaatan, tapi saya berkeyakinan apa yang dipersembahan blog ini adalah sebuah pencerahan. Jadi, meski sedikit, meski setitik, setidaknya ada jawaban ketika di akhirat ada lontaran pertanyaan,”Ngapain saja kamu selama di dunia?”

Seperti tadi sore, saat seorang ibu, jauh-jauh datang menyempatkan diri, untuk melihat sekolah setelah mengakses blog ini. Dan berkeinginan menyekolahkan anaknua di sini. Kemudian, kami justru terlibat pada diskusi tentang anak, pendidikan, keluarga dan masa depan. Setitik semangat menyala. Jika sang ibu mendapatkan inspirasi dan pencerahan setelah membaca banyak postingan didalamnya, kebahagiaan yang dirasakan saya (dan juga para penulis blog didalamnya) mungkin seperti senyum puas pak polantas yang bersimbah peluh namun berhasil mengatasi kemacetan dipersimpangan jalan.

Jadi,, kepada blog ini, bersabarlah… Engkau, sebagaimana karya tulis adalah sebuah keabadian…
Cerita pahit-manis telah banyak kita lalui bersama selama kurun waktu ini, dan terlalu berharga untuk tak di tetap hidupkan. Engkau menjadi saksi, ketika untuk menjagamu tetap hidup, hingga harus basah kuyup kehujanan, pulang tengah malam, jalan kaki menyusuri sigar bencah karena kemalaman atau kehabisan ongkos, dan seterusnya….

Maka, menulislah…
anak-anak dinegeri ini menunggumu,
mereka merindui menikmati pendidikan yang bersahabat dengan mereka,
dan dari sini kita bisa memulai pencerahan
khususnya kepada guru, orang tua, dan siapa saja yang peduli kepada pendidikan.

Komentar»

1. nuriyant - Januari 16, 2009

buat pak doni,

ada apa sich… aku jadi sedih dengan tulisan di atas…. ada istilah dimakamkan juga… kenapa sih…?
haruskah blog ini bertukar karakter ataukah beralih? blog ini sudah punya karakter yang mantep…
ada apa pak…. apakah daku bisa sedikit mengungkap rasa atau to think untuk blog ini….? bisakah….
aduh… aku gak tahu jawabannya…
buat semuanya….. mari bergabung … himpun kekuatan…. semangatkan semuanya…. blog ini kan terus hidup……

2. pakdoni - Januari 16, 2009

hehe…^_^
nggaklah. ini adalah taujih buat diri sendiri. versi admin untuk keep on fire… menjaga semangat ditengah kehimpitan.

doanya ajah pak…semoga Allah selalu memberi kemudahan, dan ketajaman hati… selama itu ada, segala kesulitan akan terasa mudah.

ditungu tulisannya pak, terutama tentang UU BHP….^_^

3. nuriyant - Januari 17, 2009

pak doni memang hebat…. bisa dapat taujih dari diri sendiri…. oleh diri sendiri dan untuk semuanya…

4. intan - Januari 21, 2009

Syukurlah klo ini adalah sebuah tajih. Tapi bener lho blog ini jangan dimakamkan walaupun sudah ada websitenya….Biar aja Blog ini tetap hidup dan penuh warna….jadi saya bisa mendapat dan mencari informasi dari mana2 (dari blog,milis maupun website).
Tapi websitenya masih sepi ya..
Ayo Pak Doni, ajari anak2 dan ajak guru2 untuk meramaikan dan mewarnai blog ini!
Saya masih setia mengunjungi blog ini lho, apalagi sdh dilink ke blognya fira

5. intan - Januari 21, 2009

waduh u nya lari tuh…nulis taujih jadi tajih deh

6. bapakethufail - Januari 23, 2009

sepakat dengan apa yang disampaikan ibu intan…
jangan dimatikan, kalaupun sepertinya suri tapi biarlah jangan pernah dimakamkan (hik hik hik). Tapi nyatanya memang tidak mati… apalagi suri.
setelah saya dapat info dari bu intan… saya buka webnya sekolah dan rupanya masih “kosong”…
Kalau saya boleh menyampaikan usulan sedikit :
1. Tidak ada salahnya, kalau dua2nya tetap jalan… tapi bisa dibagi misi, visi dan fungsinya.(misalnya yang (dot) com di pakai sebagai web resminya sekolah dengan menampilkan profil dan gambaran sekolah – semacam company profil- nya sekolah. Kalaupun ada postingan adalah yang sifatnya lebih formal.. sedangkan yang (dot) wordpress (dot) com atau yang gratisan dipakai lebih bersifat informal atau semacam wadah silaturahim antar orang tua, guru, murid dan siapa saja yang mempunyai “rasa/ketertarikan” dengan sekolah ini jadi tetap muncul warna blog-nya
2. Karena Nantinya ada 2 site (web dan blog) maka perlu dibicarakan dengan pihak sekolah atau yayasan sehingga pembagian adminnya akan lebih jelas. Kalaupun hanya digawangi oleh satu orang admin (pak doni) harus ada semacam mandat jelas dan pembagian “isi” sehingga akan mempermudah admin mengelolanya, meskipun nantinya akan sangat sibuk.
3. atau pembagiannya menjadi satu sebagai wakil yayasan dengan web resminya (seperti punya bina amal… http://www.binaamal.com) dan satunya tetap pada porsi sedia kala – seperti yang ada sekarang

Maaf kalau saya begitu banyak usul tapi tidak bisa banyak membantu…. tidak lain karena rasa cinta saya pada sekolah ini

terima kasih…

7. pakdon - Januari 24, 2009

(alhamdulillah, hari ini bisa OL)

pak ahmad, bu intan, bapakethufail, trims a lot untuk semua koment dan catatannya.

btw, saya juga barusan buka official websitenya sekolah setelah membaca koment bu intan.
web itu sepenuhnya di handle direktorat.
namun menurut teman2 guru, webnya dibuat oleh temen2 dari UNNES, yang salah satunya pernah menjadi guru (sementara) di SMP.

menurutku,
usul kedua pak imam itu menarik,
jadi biar ada 2 saluran, yang official dan yang blog.
akan lebih baik kalo pengelolanya berbeda.
selain buat menambah person sumber daya yang melek IT juga memudahkan kinerja.
dan jikalau ada kontent blog ini dikutip di web official baik sepengetahuan maupun tak sepengetahuan, blog ini tentu saja membuka pintu seluas-luasnya, silahkan..tanpa batasan…
karena blog in imemang dibuat untuk itu…untuk kanal informasi seputar pendidikan .

selamat deh atas progressnya!

8. shary - Januari 26, 2009

waduh,sari ketinggalan kereta,afwan pak doni baru nengok.wah jangan dimakamkan dong,blog-nya.sari udah promosi sm orang2 di balikpapan.temen2 dulu yang kuliah di UNDIP suka ‘reuni’, melihat ar-ridho yang sekarang. ya untuk operasionalnya monggo-lah diatur. btw sari gak tahu lho,ar-ridho dah ada web site (he..he..he..ketinggalan kereta lagi)

9. TATIK - Maret 31, 2009

duh sedih deh bcnya, semangat pak doni jangan dimakamkan donk,jd tsindir jg he..ga pnah nulis blog,habisnya kaku lama kali g bk internet.ni lg jg psb,jd sempet bc deh.Tapi sekalinya bc ko menyedihkan gt..JANGAN PATAH ARANG P’DON,BANYAK PENGGEMAR SETIA KOK!