Setiap Anak Adalah Cerdas

School of Leading Generation

School of Leading Generation

Guru yang berguru, adalah sebuah keniscayaan. Bahwa demi berkualitasnya pendidikan, seorang guru pun masih harus belajar. Dalam konteks khusus Sekolah Alam, adalah penting untuk melakukan ‘penjagaan’ terhadap karakter cara belajar khas Sekolah Alam. Ini semacam pelestarian nilai dan juga regenerasi ideologis guru. Dan, cara paling efektif untuk itu adalah dengan : studi banding.

Maka, pada medio Agustus lalu, tujuh guru Sekolah Alam, berkesempatan melakukan perjalanan Semarang -Jakarta-Bogor untuk mempelajari perkembangan terkini pada 2 sekolah yang menjadi ‘founder’ alias pencetus ide berdirinya Sekolah Alam. Yup, para guru ini berkunjung ke Sekolah Alam Ciganjur dan School of Universe. Juga ke sebuah sekolah berbasis komunitas yang dulunya bermula dari Homeschooling: Teknonatura.

Dipimpin oleh Kepala Sekolah -M. Wahyudi, S.Pd-, guru-guru SD SAA diantaranya : Bu Ida, Bu Ika, Bu Kasmi, Bu Ratna, Bu Yusni, dan Bu Wiwik melihat secara langsung pembelajaran dan keseharian di dua Sekolah Alam itu. Ust. Nurul Khamdi yang memfasilitasi studi banding ini turut mendampingi dengan menyusul kemudian menggunakan bis Semarang-Jakarta.

Hari pertama (11/08), rombongan menuju Sekolah Alam Ciganjur. Sekolah dengan suasana asri, sejuk, dan bersih ini sungguh menyejukkan hati. Halaman yang luas, banyak tanaman rindang di sekelilingnya, dengan pagar tanaman bambu sebagai pembatas, juga kanopi-kanopi hayati, adalah aksen khas SA Ciganjur. Ini masih ditambah dengan kebun yang cukup luas, tanaman yang hijau subur, polibag-polibag, dan perangkat outbound high impact. Juga saung-saung bambu dipinggir empang lele, plus rumah pohon dengan sulur-sulur pepohonan, menjadikannya makin eksotis. Bahkan SA Ciganjur juga memiliki sarana farming berupa kandang ternak. Beberapa merupakan proyek murid, dan beberapa lagi adalah proyek guru.

Guru-guru kemudian berdiskusi di salah satu sang dipimpin oleh PAk Novi. Kesempatan ini digunakan untuk saling share pengalaman dan pemaparan perkembangan SA Ciganjur, termasuk menonton video klip SA Ciganjur dan juga membeli beberapa buku karya guru SA Ciganjur. Beberapa catatan penting hasil pengamatan dan diskusi ini telah dijurnal. Mengutip catatan bu Wiwik, ia begitu terpana melihat betapa anak-anak SA Ciganjur bisa begitu takzim dan tak ghaduh saat berada dalam masjid (yang beberapa waktu lalu sempat terbakar) untuk menunaikan sholat dhuhur.

Sekolah Lanjutan SAC Rawakopi

Sekolah Lanjutan SAC Rawakopi


School of Universe Parung

School of Universe Parung


Rombongan juga sempat mampir di Sekolah Lanjutan SA Ciganjur, yang dihususkan untuk siswa kelas 4-6 SD dan SMP. Nuansa alami juga tampak kuat, meski saung yang ada rada beda karena menggunakan rangka baja tanpa dinding. Lab. KOmputernya dibangun dari kontainer bekas Begitu juga dengan School of Universe Parung-Bogor, yang diriintis oleh Lendo Novo. Alam dan landscape memang menjadi pendukung utama sekolah alam ini. Keduanya juga sedang membudayakan untuk berbicara menggunakan bahasa asing sebagai cara meraih kecakapan berbahasa. Sementara di Teknonatura, guru-guru disuguhi dengan betapa antusiasnya ketika murid-murid merangkai roket air.
Uji Roket di Terowongan Angin - Teknonatura

Uji Roket di Terowongan Angin - Teknonatura

Masih mengutip catatan bu Wiwik (9 lembar reportase), ia berkeyakinan bahwa SAA bisa seperti mereka. Konsep akhlaq yang baik, kerapian, dan tanggung jawab bisa diambil sarinya dari SA Ciganjur. Sedangkan budaya scientist dari Teknonatura, dan SoU dengan kekuatan Entreprenuershipnya.

Di penghujung studi banding, para guru sempat menakjubi kemegahan Masjid Kubah Emas Depok. Hemmm… “bagaimana caranya membangun dan memakmurkan masjid semegah itu ya?”, begitulah pertanyaan yang dilontarkan oleh bu guru- bu guru SAA it.

Masjid Kubah Emas Depok

Masjid Kubah Emas Depok

(Trims ntuk Bu Wiwik atas reportasenya, sayangnya naskah dalam bentuk file belum didapatkan sehingga belum bisa diupload disini. Juga untuk Bu Ratna yang telah bersusah payah mengumpulkan bahan-bahannya. Bu Kasmi dan Pak Yudi untuk foto-foto studi bandingnya. Semoga studi bandingnya melahirkan keberkahan untuk semua, ya bu…pak…)

About these ads

Comments on: "Berguru pada ‘Founder’ Sekolah Alam" (40)

  1. wah, sebuah model pembelajaran yang bener2 dekat dan akrab dengan alam, mbak. model pendidikan semacam inilah yang seharusnya diterapkan juga di sekolah2 formal yang lain. salut!

  2. “Guru yang berguru adalah keniscayaan”. Saya tidak mengerti akan makna kata ini, namun menurut hemat saya, menuntut ilmu harus dilakukan siapa saja, kapan saja, dan di mana saja. Tidak terkecuali oleh para guru. Bukankah kita telah mengenal kata kata bijak bahwa adanya anjuran untuk menuntut ilmu dari ayunan sampai ke liang lahat? dan yang lebih terpenting adalah menuntut ilmu hukumnya wajib bagi setiap muslimin dan muslimat. hal ini juga disebutkan dalam wahyu Allah yang pertama kali turun kepada Nabi Muhammad SAW : “iqra’ = bacalah” karena dengan membaca, kita akan mengetahui informasi dan mengetahui perkembangan ilmu pengetahuan yang selanjtnya kita transfer ke generasi penerus bangsa termasuk anak² didik SA Arridho.
    maaf bila kurang berkenan (intermeso saja, jangan ditanggapi secara serius).
    wassalamu’alaikum

  3. masjid kubah emas depok…ada yang disayangkan….

  4. –>pak sawali, ya pak, kearifan alam dan lingkungan adalah salah satu inspirasi terbesar yang sangat relevan digunakan sebagai metode belajar. Nmaun, tanpa sadar, tembok fisik dan nonfisik telah memagari itu semua dan menjadikan sekolah kita sebagai sekadar bangunan non-manusiawi.

    –> pak sulchan,
    “guru yang berguru”, penjelasannya adalah seperti yang pak sulchan berikan itu. bhawa guru pun kudu terus belajar dan tak berhenti mencari ilmu, meski ia telah memegang predikat guru. trims penjelasannya ya pak.

    –> bayu,
    betul, ada yang disayangkan memang…
    tapi apakah pemikiran kita sama?
    mas bayu coba diuraikan deh ^_^

  5. hmmmm….. aku pingin banyak berguru pada ank2ku aja deh…..

  6. oia, sy juga pernah ke skolah alam ciganjur dan rawakopi…
    memang kesannya luar biasa… mantap… mungkin SAA bentar lagi akan mirip… (bukan “cumi” sih…) tapi punya khas kesemarangan, kejwanan.. atua yang lainnya deh…
    met berjuang… doaku senantiasa menyertaiiiii….
    met membangun juga…. kayaknya perlu model baru deh ar ridho,,, dah “bosen” nih lihatnya (maaf… kasar ya…)

  7. Assalamu’alaikum wr. wb.
    Terima kasih sekali atas silaturrahiimnya. Iya nih lama tidak kontak. Wah enak sekali ‘petualangan’ lihat para senior sekolah alam. Kapan ya kami bisa mewujudkannya ? Terutama banyak dari kami yang masih baru kenal tentang sekolah alam. Tinggal paham prinsipnya bisa langsung PD kreatif kali ya. Terus terang beberapa masih kebawa-bawa jadi guru sekolah konvensional. Mau ‘menembus batas’ belum terlalu PD. Doakan kami bisa ketemu para senior. Yach kalo belum sempat melihat fisik sekolahnya, ketemu ama guru-gurunya pun udah cukup mengimbasi energi guru sekolah alam sejati (waduh kayak magnet aja) . . .

  8. Senang rasanya baca postingan tentang guru belajar ini. Sebagai salah satu orang tua murid, saya berharap proses belajar itu mewujud dengan baik di Ar-Ridho. Sedikit catatan: jangan gampang terpukau pada “yang tampak tertib” sebab alam itu tertib dalam keliaran dan liar dalam ketertiban (apa to ini? Anggap saja puisi gelap).

  9. –> bpkethufail, hehehe…ide cemerlang!

    –> nuriyant… ^_^ nggak..nggak kasar kok pak…btw, refresh emang perlu pak… spt SAA BAlikpapan itu, saungnya sangat borneo… doain ajah pak selalu ada inovasi baru di kita.

    –> sdit alam yk, waduh…di dunia pendidikan kayaknya ga ada senior-senioran deh ^_^, kita saling share saling menginspirasi ajah ya…

    –> pak budimaryo, amin…amin… dan asik merenenungi isi puisi gelap…hehe

  10. semoga membuat ar-ridho semakin OK!!

  11. maaf pak baru sempat mampir lagi
    masjid kubah emas depok, beberapa hal yg menurut saya sangat disayangkan
    1. pembangunan masjid itu menghambur2kan harta.
    alasan : sudah terlalu banyak masjid, itupun sepi…lalu kenapa membuat masjid baru? betapa lengangnya sepi….
    2. bermegah2an dalam membuat bangunan
    alasan : salah satu tanda2 kiamat
    3. dari booklet yang pernah saya baca, agaknya masjid tersebut kurang berfungsi sebgaimana mestinya

    saya setuju dg kalimat tanya retorik “bagaimana caranya memakmurkan masjid semegah itu ya?”

    wallohu a’lam

  12. —> bu shary….kaifa hal antum? kutai?
    ayo bikin blog dong…trus diisi crita2 gitu..biar kita2 pada tau aktivitas bu shary di kutai ya…

    –> mas bayu…., asli , setuju banget kitanya! trims dah memberi tambahan wacana, Semoga negeri ini bisa menjadi negeri 1000 masjid (beserta segala kemakmurannya khususnya)

  13. hallo…sekolah alam…saya suliyanto.tinggal di muara karang.saya ingin sekali membawa anak-anak untuk melihar sekolah alam yang ada di parung ini,tapi saya tidak punya alamat dan prosedur yang jelas bagaimana caranya jika saya ingin mengunjungi sekolah alam ini.mohon petunjuknya bpk/ibu yang membaca pesan saya ini.sebelumnya terima kasih banyak.
    nama : suliyanto.
    tlp : 087877991093

  14. pak suliyanto,
    sekolah alam di parung websitenya ada di http://school-of-universe.com

    ini alamat lengkapnya :

    Jl. Raya Parung 314 km.43
    Parung – Bogor
    Bogor
    West Java
    Zip Code
    Indonesia
    Telp : 0251 8603 233
    0251 8603 233

    met berjelajah

  15. saya mau daftarkan anak saya pada tingkat sd (sekolah dasar) ada tidak ?? alamatnya di parung dimana??? punya website tidak? mohon keterangan biaya nya berapa dan materinya apa aja ???

  16. di parung ada bu, namanya school of universe, link webnya ada di daftar link di web ini, juga sekolah alam lainnya, silahkan di eksplore.

  17. SAC asyik yaaaaaaaaaa

    seru,langsung gabung ma alam……..

  18. Ini Dia….
    Sebenarny yg masih kurang dari pendidikan formal di Indonesia adalah kurangny keterkaitan materi dengan lingkungan/alam sekitar atau dapat dikatakan kurang kontekstual… sehingga siswa lebih cenderung untuk menghapal pelajaran dari pada memahami pelajaran..
    Melibatkan siswa dengan alam dan mengaitkan materi pelajaran dengan alam sekitar tentunya dapat meningkan pemahaman siswa.. bukan lagi sekedar menghapal saja..

  19. Bangun Naruttama said:

    kami apa bisa tudy banding ke sekolah ini, maklum kami juga punya sekolah alam di Pacitan bagaimana dan gimana mekanismenya mohon kami dijelaskan

  20. Assalamu’alaikum
    wach,……baca blog ini aku jadi langsung ingat sama AZKA,IVAN DAN AMADIZ,yg dulu sekolah di SOU(school of universe)
    kalau boleh nanya masih ada nggak siswi yang bernama AMADIZ TRIAJOLA AZENA.
    klu ada kirim di email saya
    ellyn_erma@yahoo.co.id
    soalnya adiz adalah anak majikan saya,waktu saya kerja di depok
    perum telaga golf.saya kangen bgt sama mereka.
    terimakasih sebelumnya.
    Wasalamualaikum.

  21. salut. baru tahu ada sekolah alam di semarang. semoga sukses selalu…

  22. Photo masjid kubah mas-nya bagus Pak. Mohon ijin download, pak, buat header blog saya. Suwun nggih Pak….

  23. ass….mintak izin donwnload pak….
    he he he he …………..

  24. saat alam bersahbat dengn kita jangn kaliyan mengartikan alam ituh tidak sembenar nyah alam
    ituh perlu kita jaga seperti kita menjaga
    diri kita sendiri

  25. Asslkm.

    mungkin sedikit update SA Ciganjur – Rawakopi, saat ini sudah menjadi SEKOLAH ALAM INDONESIA (SAI) tetap dengan tagline School of Leading generation.
    untuk jelasnya, http://74.125.153.132/search?q=cache:6z-NEdMmm7AJ:saciganjur.blogspot.com/+sekolah+alam+indonesia&cd=1&hl=id&ct=clnk&gl=id
    atau
    http://sekolahalamindonesia.org/?p=1
    Alhamdul4jj1 softlaunching telah dilakukan tgl 24 Juli 2009, sdg rcn persiapan Grand Launching di waktu mendatang.
    mohon doa & supportsnya agar SAI bisa berkembang lebih baik lagi (amen).

    wasslkm

    _ARman_
    ot siswa, anggota redaksi media komunitas IFSA

  26. sekolah alam itu sekolah yang enak deh

  27. Assalamu’alaikum wr. wb.

    adakah yg tau alamat sekolah Teknonatura itu..? Mohon infonya…
    Trims…

  28. Neggy Gregory said:

    Assalaamu’alaikum,,
    Hanya memberikan masukan,,semoga bisa menambah renungan bersama. Sekolah alam merupakan sebuah sekolah yang pada konsep awal Pak Lendo merupakan sekolah yang mampu mengakomodasi anak sesuai dengan bakat dan potensinya. Saya setuju dengan konsep beliau, atau lebih tepatnya kita semua yang sudah ‘melek’ dan melakukan analisis tentang keadaan pendidikan Indonesia akan setuju mengenai hal ini. Alhamdulillaah, konsep sekolah yang semula mendapat pertentangan yang sangat hebat ketika berdiri, mulai dari TK Salman di Bandung sampai dengan Sekolah Alam Ciganjur, pada akhirnya dapat berkembang sedemikian masif hingga mencapai angka 1000 sekolah alam. Yang masih menjadi pemikiran saya dalam hal ini adalah mengenai biaya yang harus dikeluarkan sebagai ‘bea guru’ -bukan bea siswa-, apakah masih mungkin diperkecil lagi? Walaupun konsep bagus, tetapi ketika masyarakat melihat bahwa jumlah yang harus dibayarkan cukup besar, maka minat untuk ikut bergabung pun dapat menjadi surut.. Kita tidak usah menutup mata,,keadaan masyarakat Indonesia masih cukup memprihatinkan,,
    Singkatnya, mungkin ada baiknya dalam setiap situs sekolah alam dicantumkan mengenai besarnya biaya ‘bea guru’ yang dapat dibayarkan, beserta penjelasannya mengapa hal ini bisa terjadi dan apakah ada alternatif solusi lain. Hal ini menurut hemat saya akan dapat membantu memberikan penjelasan secara komperhensif kepada masyarakat luas mengenai kondisi keuangan sekolah yang bersangkutan. Toh, platform awal tang coba diusung oleh Pak Lendo adalah ‘sekolah berkualitas tidak harus mahal’…
    Terima kasih

    • mas neggy, saya baru baca ini, saya orang tua murid sekolah alam arridho. iya, saya suka sekolahnya cuma karena faktor biaya sepeertinya saya mau pindah ke sekolah negeri biasa saja, apakah ada pengaruh ke anaknya???
      kan cara pembelajarannya berbeda??di sekolah alam anaknya jadi bebeas, sementara nanti di negeri kan enggak

  29. semoga makin maju dan semakin sukses

  30. Faris Amri said:

    saya sekolah di sekolah alam parung School if Universe… Website:http://www.school-of-unverse.com/
    Perasaan di SoU(School of Universe) Enk sekali.. teman2 seru dan guru-gurunya pun seru enk….

  31. Fachry Nugroho Adji said:

    sekolah di sekolah alam asik banget… come join us deh… oh iya aku sekolah di sou School Of Universe di Parung Bogor yg terkenal dari musik perkusi dari barang bekasnya itu loh dan kita pernah kolaborasi sama JP Milenix(IMB Trans TV)klo mau kita manggung call di http://www.facebook.com/profile.php?id=1451595002 tulis aja di situ dia kyk manager tim dadakannya THE ROMBENKZ gitu deh…. salam lestari :)

  32. aku guru sd dilampung pengendeh berkunjung k sekolah alam dan menimba ilmu disekolah alam…..

  33. Saya orang tua siswa yg kini sekolah di SoU dan saya kecewa dengan cara sekolah ini mendidik anak saya. Apa yang saya sampaikan di sini adalah yang sebenarnya.

    Bagi para ortu yang cari sekolah buat anaknya, sebaiknya pelajari dulu baik-baik apa yang ditawarkan sekolah ini, termasuk kegiatan siswa, dan jangan lupa pastikan akreditasinya. Bagi guru sekolah lain yang hendak belajar, cermati baik-baik juga jng asal percaya dengan kabar ini itu. Jangan percayai begitu saja kata si ini itu atau nama populer pendirinya. Saya dulu percaya begitu saja dan kemudian mendapatkan hal yang berkebalikan.

    Hal positif yang didapat anak saya adalah: dia mendapatkan pengalaman susur pantai, magang di perush pertanian dan perush ICT dan supermarket. Dia memang mendapatkan pengalaman berjualan, namun anak saya sejak kelas 3 SD, jauh sebelum masuk SoU sudah biasa berjualan atas inisiatifnya sendiri. Karena minat anak pada kegiatan jual beli inilah saya kemudian memasukkan ke SoU dengan harapan sekolah ini bisa mematangkan minat anak di bidang bisnis.

    Memang, buat anak-anak, pasti akan suka sekolah di sini karena boleh gondrong, boleh pakai sendal, tidak pakai seragam, tak pernah ada PR, minim jam pelajaran, tak ada kelas, sering banget libur….anak-anak dimanjakan dengan dalih metode pengajaran yang beda. Tapi selama 1 tahun anak saya sekolah di sini, dia tak mendapatkan pengetahuan dasar untuk kelas 1 SMP, dia juga tidak menerima pelajaran/pengetahuan yang cukup tentang bisnis seperti yang dijanjikan. Jadi, anak saya tidak mendapatkan pengetahuan dan ilmu yang signifikan, dan jika dibandingkan dengan anak SMP kelas 1, dia tertinggal dalam pelajaran dasar/standar.

    Saya terpesona dengan pemaparan SoU di awal: bahwa sekolah ini disesuaikan dengan potensi anak, dididik menjadi wirausahawan mandiri sejak dini, dididik etika bisnis sejak dini, pelajaran yang paling sesuai dengan kebutuhan siswa…bla bla bla…saya paham benar teori-teori itu sebab sejak lama yang juga mengikuti isu-isu pendidikan baik sebagai jurnalis maupun pekerja NGO. Kenyataannya, sepanjang setahun di SoU anak saya tidak dapat pengetahuan apa-apa. Saya sendiri yang mengajarinya membaca peta, membuat kalimat termasuk meletakkan titik dan koma, matematika, basic english, bahkan arti dan makna bacaan serta gerakan shalat…meski di sekolah ini anak diajak shalat berjamaah setiap masuk waktu shalat. Bisa dibayangkan jika si ortu siswa ternyata super sibuk sehingga anak lebih sering ditemani pembantu…

    Jika saya keluhkan soal pelajaran yang minim, pihak sekolah selalu akan bilang bahwa tugas mendidik anak adalah tugas utama ortu. SoU hanya membantu…inikah jawaban cerdas dari sekolah yang mengklaim punya solusi cerdas bagi pendidikan nasional dan mengaku lebih tepat dibandingkan sekolah umum? Lalu mengapa saya harus membayar uang pangkal Rp 6 juta dan SPP Rp 1,2 juta/bulan plus biaya-biaya lain yang selalu di atas Rp 100 ribu?? Tidak mahal?

    Sekarang saya dan beberapa ortu lainnya bingung harus mindahin anak ke sekolah lain karena sekolah ini juga tidak menyelenggarakan remidi jika tidak diminta. Bahkan sekolah swasta berakreditasi A di Depok meragukan hasil nilai anak saya dari SoU dan mensyaratkan ujian ulang sebagai syarat masuk anak saya.

    Saya tidak berniat menjelek-jelekkan SoU. Saya hanya mengatakan apa yang terjadi. Saya pun tidak ingin mempengaruhi pembaca komentar saya. Saya hanya sekadar berbagi pengalaman.

    Salam
    Husni Arifin
    Depok

  34. Alhamdulillah..sudah menjadi resiko sebuah perjuangan jika upaya kami dalam menterjemahkan konsep sekolahalam dari sang penggagasnya semenjak tahun 1998 sampai sekarang, meski sudah berupaya maksimal namun tetap saja mendapatkan kritikan pedas dari masyarakat luas termasuk dari orang tua salah satu siswa di sekolah kami. Pernyataan Bapak Husni Arifin di atas akan menjadi masukan berharga dalam upaya memperbaiki manajemen sekolah yang kami kelola, insya Allah. Amin.
    Namun, rasanya tidaklah etis apabila keluhan yang semestinya dibicarakan secara terbuka dan langsung kpd pengelola sekolah tetapi justru disampaikan pada forum umum semisal blog yang nota bene mjd konsumsi masyarakat awam sehingga dapat menimbulkan salah faham meskipun sudah ditegaskan bahwa tulisan di atas tidak untuk mempengaruhi pembaca dan sekadar berbagi pengalaman.
    Untuk itu, dengan hormat kami dari manajemen School of Universe mengundang Bapak Husni Arifin (beserta Ibu) untuk datang ke sekolah dan menyelesaikan keluhan di atas.
    Semoga dengan itikad baik dan kerjasama dari Bapak Husni Arifin (beserta Ibu), masalah yang dikeluhkan di atas dapat diklarifikasi kebenarannya. Amin.

    Best regards,
    Manajemen School of Universe

    Yusrianah

  35. Husni Arifin said:

    Saya menambahkan informasi apa adanya tentang SoU, seperti halnya pembaca lain memberikan puji-pujian kepada sekolah tersebut. Maaf jika ternyata info dari saya tidak enak didengar. Setelah berbagai upaya komunikasi kami lakukan dengan pihak SoU, Bu Yusrianah pasti juga tahu, saya tidak hendak berdebat lagi di sini.

    Oh ya, saya baru saja mendapatkan fakta lainnya yang kurang menyenangkan. Pagi ini tadi istri saya datang hendak ambil rapor anak dan ternyata hanya lembaran rapor sekolah yang diserahkan. Sementara itu rapor resmi yang diakui oleh negara/Diknas belum tersedia. Petugas TU yang mengurus rapor menyatakan “Diknas gudangnya kosong” sebagai alasan mengapa rapor Diknas belum ada. Dia pun tidak tau kapan rapor itu akan ada. Ketika istri saya ingin menemui kepala sekolah dan prinsipal soal kependahan anak, mereka bilang untuk menemui TU saja.

    Soal rapor yang diakui oleh negara ini menjadi sangat penting bagi anak saya karena dia hendak saya pindahkan ke sekolah lain. Rapor resmi menjadi syarat kepindahan. Ketika waktu mendaftar ke sekolah lain sudah dibuka bahkan sudah akan habis waktunya, maka sangat mengkhawatirkan jika tidak ada kepastian kapan rapor resmi itu akan tersedia. Resiko yg harus ditanggung anak saya adalah terpaksa mengulang kelas 1 SMP.

    Semoga info ini bermanfaat. Memang manusia tidak mungkin sempurna. Namun niat akan membedakan mana yang bersungguh2 hendak memecahkan persoalan atau menyepelekan karena merasa mendapatkan banyak puja-puji.

    Salam
    Husni Arifin
    husniarif@gmail.com

  36. salam kenal, bisa info alamat skolah alam ciganjur & rawa kopi..mhn info jg apa bedanya skolah alam dg school of universe.. trima kasih

  37. bisa minta persyaratan masuk sekolah alam ciganjur & tawa kopi ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: