Berguru pada ‘Founder’ Sekolah Alam September 11, 2008
Posted by sekolahalamarridho in Teachers Corner.trackback
Guru yang berguru, adalah sebuah keniscayaan. Bahwa demi berkualitasnya pendidikan, seorang guru pun masih harus belajar. Dalam konteks khusus Sekolah Alam, adalah penting untuk melakukan ‘penjagaan’ terhadap karakter cara belajar khas Sekolah Alam. Ini semacam pelestarian nilai dan juga regenerasi ideologis guru. Dan, cara paling efektif untuk itu adalah dengan : studi banding.
Maka, pada medio Agustus lalu, tujuh guru Sekolah Alam, berkesempatan melakukan perjalanan Semarang -Jakarta-Bogor untuk mempelajari perkembangan terkini pada 2 sekolah yang menjadi ‘founder’ alias pencetus ide berdirinya Sekolah Alam. Yup, para guru ini berkunjung ke Sekolah Alam Ciganjur dan School of Universe. Juga ke sebuah sekolah berbasis komunitas yang dulunya bermula dari Homeschooling: Teknonatura.
Dipimpin oleh Kepala Sekolah -M. Wahyudi, S.Pd-, guru-guru SD SAA diantaranya : Bu Ida, Bu Ika, Bu Kasmi, Bu Ratna, Bu Yusni, dan Bu Wiwik melihat secara langsung pembelajaran dan keseharian di dua Sekolah Alam itu. Ust. Nurul Khamdi yang memfasilitasi studi banding ini turut mendampingi dengan menyusul kemudian menggunakan bis Semarang-Jakarta.
Hari pertama (11/08), rombongan menuju Sekolah Alam Ciganjur. Sekolah dengan suasana asri, sejuk, dan bersih ini sungguh menyejukkan hati. Halaman yang luas, banyak tanaman rindang di sekelilingnya, dengan pagar tanaman bambu sebagai pembatas, juga kanopi-kanopi hayati, adalah aksen khas SA Ciganjur. Ini masih ditambah dengan kebun yang cukup luas, tanaman yang hijau subur, polibag-polibag, dan perangkat outbound high impact. Juga saung-saung bambu dipinggir empang lele, plus rumah pohon dengan sulur-sulur pepohonan, menjadikannya makin eksotis. Bahkan SA Ciganjur juga memiliki sarana farming berupa kandang ternak. Beberapa merupakan proyek murid, dan beberapa lagi adalah proyek guru.
Guru-guru kemudian berdiskusi di salah satu sang dipimpin oleh PAk Novi. Kesempatan ini digunakan untuk saling share pengalaman dan pemaparan perkembangan SA Ciganjur, termasuk menonton video klip SA Ciganjur dan juga membeli beberapa buku karya guru SA Ciganjur. Beberapa catatan penting hasil pengamatan dan diskusi ini telah dijurnal. Mengutip catatan bu Wiwik, ia begitu terpana melihat betapa anak-anak SA Ciganjur bisa begitu takzim dan tak ghaduh saat berada dalam masjid (yang beberapa waktu lalu sempat terbakar) untuk menunaikan sholat dhuhur.
Rombongan juga sempat mampir di Sekolah Lanjutan SA Ciganjur, yang dihususkan untuk siswa kelas 4-6 SD dan SMP. Nuansa alami juga tampak kuat, meski saung yang ada rada beda karena menggunakan rangka baja tanpa dinding. Lab. KOmputernya dibangun dari kontainer bekas Begitu juga dengan School of Universe Parung-Bogor, yang diriintis oleh Lendo Novo. Alam dan landscape memang menjadi pendukung utama sekolah alam ini. Keduanya juga sedang membudayakan untuk berbicara menggunakan bahasa asing sebagai cara meraih kecakapan berbahasa. Sementara di Teknonatura, guru-guru disuguhi dengan betapa antusiasnya ketika murid-murid merangkai roket air.
Masih mengutip catatan bu Wiwik (9 lembar reportase), ia berkeyakinan bahwa SAA bisa seperti mereka. Konsep akhlaq yang baik, kerapian, dan tanggung jawab bisa diambil sarinya dari SA Ciganjur. Sedangkan budaya scientist dari Teknonatura, dan SoU dengan kekuatan Entreprenuershipnya.
Di penghujung studi banding, para guru sempat menakjubi kemegahan Masjid Kubah Emas Depok. Hemmm… “bagaimana caranya membangun dan memakmurkan masjid semegah itu ya?”, begitulah pertanyaan yang dilontarkan oleh bu guru- bu guru SAA it.
(Trims ntuk Bu Wiwik atas reportasenya, sayangnya naskah dalam bentuk file belum didapatkan sehingga belum bisa diupload disini. Juga untuk Bu Ratna yang telah bersusah payah mengumpulkan bahan-bahannya. Bu Kasmi dan Pak Yudi untuk foto-foto studi bandingnya. Semoga studi bandingnya melahirkan keberkahan untuk semua, ya bu…pak…)










wah, sebuah model pembelajaran yang bener2 dekat dan akrab dengan alam, mbak. model pendidikan semacam inilah yang seharusnya diterapkan juga di sekolah2 formal yang lain. salut!
“Guru yang berguru adalah keniscayaan”. Saya tidak mengerti akan makna kata ini, namun menurut hemat saya, menuntut ilmu harus dilakukan siapa saja, kapan saja, dan di mana saja. Tidak terkecuali oleh para guru. Bukankah kita telah mengenal kata kata bijak bahwa adanya anjuran untuk menuntut ilmu dari ayunan sampai ke liang lahat? dan yang lebih terpenting adalah menuntut ilmu hukumnya wajib bagi setiap muslimin dan muslimat. hal ini juga disebutkan dalam wahyu Allah yang pertama kali turun kepada Nabi Muhammad SAW : “iqra’ = bacalah” karena dengan membaca, kita akan mengetahui informasi dan mengetahui perkembangan ilmu pengetahuan yang selanjtnya kita transfer ke generasi penerus bangsa termasuk anak² didik SA Arridho.
maaf bila kurang berkenan (intermeso saja, jangan ditanggapi secara serius).
wassalamu’alaikum
masjid kubah emas depok…ada yang disayangkan….
–>pak sawali, ya pak, kearifan alam dan lingkungan adalah salah satu inspirasi terbesar yang sangat relevan digunakan sebagai metode belajar. Nmaun, tanpa sadar, tembok fisik dan nonfisik telah memagari itu semua dan menjadikan sekolah kita sebagai sekadar bangunan non-manusiawi.
–> pak sulchan,
“guru yang berguru”, penjelasannya adalah seperti yang pak sulchan berikan itu. bhawa guru pun kudu terus belajar dan tak berhenti mencari ilmu, meski ia telah memegang predikat guru. trims penjelasannya ya pak.
–> bayu,
betul, ada yang disayangkan memang…
tapi apakah pemikiran kita sama?
mas bayu coba diuraikan deh ^_^
hmmmm….. aku pingin banyak berguru pada ank2ku aja deh…..
oia, sy juga pernah ke skolah alam ciganjur dan rawakopi…
memang kesannya luar biasa… mantap… mungkin SAA bentar lagi akan mirip… (bukan “cumi” sih…) tapi punya khas kesemarangan, kejwanan.. atua yang lainnya deh…
met berjuang… doaku senantiasa menyertaiiiii….
met membangun juga…. kayaknya perlu model baru deh ar ridho,,, dah “bosen” nih lihatnya (maaf… kasar ya…)
Assalamu’alaikum wr. wb.
Terima kasih sekali atas silaturrahiimnya. Iya nih lama tidak kontak. Wah enak sekali ‘petualangan’ lihat para senior sekolah alam. Kapan ya kami bisa mewujudkannya ? Terutama banyak dari kami yang masih baru kenal tentang sekolah alam. Tinggal paham prinsipnya bisa langsung PD kreatif kali ya. Terus terang beberapa masih kebawa-bawa jadi guru sekolah konvensional. Mau ‘menembus batas’ belum terlalu PD. Doakan kami bisa ketemu para senior. Yach kalo belum sempat melihat fisik sekolahnya, ketemu ama guru-gurunya pun udah cukup mengimbasi energi guru sekolah alam sejati (waduh kayak magnet aja) . . .
Senang rasanya baca postingan tentang guru belajar ini. Sebagai salah satu orang tua murid, saya berharap proses belajar itu mewujud dengan baik di Ar-Ridho. Sedikit catatan: jangan gampang terpukau pada “yang tampak tertib” sebab alam itu tertib dalam keliaran dan liar dalam ketertiban (apa to ini? Anggap saja puisi gelap).
–> bpkethufail, hehehe…ide cemerlang!
–> nuriyant… ^_^ nggak..nggak kasar kok pak…btw, refresh emang perlu pak… spt SAA BAlikpapan itu, saungnya sangat borneo… doain ajah pak selalu ada inovasi baru di kita.
–> sdit alam yk, waduh…di dunia pendidikan kayaknya ga ada senior-senioran deh ^_^, kita saling share saling menginspirasi ajah ya…
–> pak budimaryo, amin…amin… dan asik merenenungi isi puisi gelap…hehe
semoga membuat ar-ridho semakin OK!!
maaf pak baru sempat mampir lagi
masjid kubah emas depok, beberapa hal yg menurut saya sangat disayangkan
1. pembangunan masjid itu menghambur2kan harta.
alasan : sudah terlalu banyak masjid, itupun sepi…lalu kenapa membuat masjid baru? betapa lengangnya sepi….
2. bermegah2an dalam membuat bangunan
alasan : salah satu tanda2 kiamat
3. dari booklet yang pernah saya baca, agaknya masjid tersebut kurang berfungsi sebgaimana mestinya
saya setuju dg kalimat tanya retorik “bagaimana caranya memakmurkan masjid semegah itu ya?”
wallohu a’lam
—> bu shary….kaifa hal antum? kutai?
ayo bikin blog dong…trus diisi crita2 gitu..biar kita2 pada tau aktivitas bu shary di kutai ya…
–> mas bayu…., asli , setuju banget kitanya! trims dah memberi tambahan wacana, Semoga negeri ini bisa menjadi negeri 1000 masjid (beserta segala kemakmurannya khususnya)
hallo…sekolah alam…saya suliyanto.tinggal di muara karang.saya ingin sekali membawa anak-anak untuk melihar sekolah alam yang ada di parung ini,tapi saya tidak punya alamat dan prosedur yang jelas bagaimana caranya jika saya ingin mengunjungi sekolah alam ini.mohon petunjuknya bpk/ibu yang membaca pesan saya ini.sebelumnya terima kasih banyak.
nama : suliyanto.
tlp : 087877991093
pak suliyanto,
sekolah alam di parung websitenya ada di http://school-of-universe.com
ini alamat lengkapnya :
Jl. Raya Parung 314 km.43
Parung – Bogor
Bogor
West Java
Zip Code
Indonesia
Telp : 0251 8603 233
0251 8603 233
met berjelajah
saya mau daftarkan anak saya pada tingkat sd (sekolah dasar) ada tidak ?? alamatnya di parung dimana??? punya website tidak? mohon keterangan biaya nya berapa dan materinya apa aja ???
di parung ada bu, namanya school of universe, link webnya ada di daftar link di web ini, juga sekolah alam lainnya, silahkan di eksplore.
SAC asyik yaaaaaaaaaa
seru,langsung gabung ma alam……..
Ini Dia….
Sebenarny yg masih kurang dari pendidikan formal di Indonesia adalah kurangny keterkaitan materi dengan lingkungan/alam sekitar atau dapat dikatakan kurang kontekstual… sehingga siswa lebih cenderung untuk menghapal pelajaran dari pada memahami pelajaran..
Melibatkan siswa dengan alam dan mengaitkan materi pelajaran dengan alam sekitar tentunya dapat meningkan pemahaman siswa.. bukan lagi sekedar menghapal saja..
kami apa bisa tudy banding ke sekolah ini, maklum kami juga punya sekolah alam di Pacitan bagaimana dan gimana mekanismenya mohon kami dijelaskan
sumangga pak….dengan senang hati
Assalamu’alaikum
wach,……baca blog ini aku jadi langsung ingat sama AZKA,IVAN DAN AMADIZ,yg dulu sekolah di SOU(school of universe)
kalau boleh nanya masih ada nggak siswi yang bernama AMADIZ TRIAJOLA AZENA.
klu ada kirim di email saya
ellyn_erma@yahoo.co.id
soalnya adiz adalah anak majikan saya,waktu saya kerja di depok
perum telaga golf.saya kangen bgt sama mereka.
terimakasih sebelumnya.
Wasalamualaikum.
salut. baru tahu ada sekolah alam di semarang. semoga sukses selalu…
Photo masjid kubah mas-nya bagus Pak. Mohon ijin download, pak, buat header blog saya. Suwun nggih Pak….
ass….mintak izin donwnload pak….
he he he he …………..
saat alam bersahbat dengn kita jangn kaliyan mengartikan alam ituh tidak sembenar nyah alam
ituh perlu kita jaga seperti kita menjaga
diri kita sendiri