Bencana dan Keseimbangan Alam Januari 1, 2008
Posted by sekolahalamarridho in Moment.trackback
Dahsyatnya banjir. Sejauh mata memandang yang ada hanyalah genangan air belaka.
1 Januari 2008 pagi , saat sebagian penduduk bumi mungkin masih tertidur pulas karena kelelahan sehabis begadang merayakan pergantian tahun baru, sekelompok anak-anak murid sekolah alam ditemani gurunya, berangkat menuju Kudus.
Menurut informasi media, dalam sepekan ini, di Jawa Tengah bencana alam, banjir longsor dan puting beliung, telah melanda paling tidak 18 kabupaten/kota, dengan Kab. Karanganyar sebagai daerah terparah. Kudus, adalah salah satunya. Berbagai titik di daerah itu tergenang banjir.
Keluarga besar Sekolah Alam kemudian mengumpulkan bantuan dan diputuskan untuk mengantar sendiri bantuan tersebut ke lokasi bersama anak-anak untuk memberi pengalaman penanganan bencana kepada mereka.
Dari Kelas 4 ada : Inna, Aulia, Muthi, Fuad. Kelas %, Amelia seorang, dan Kelas 6 : Bayu, Azil, Naila, Didin. Damaska sebenarnya juga ikut namun tertinggal disekolah. Bantuan yang dibawa berupa 40 dus mie instan, 6 karung beras, dan 10 karung pakaian pantas pakai.
Penyaluran bantuan didampingi oleh para relawan dari Pos Penanggulangan Bencana DPD PKS Kudus yang sejak hari pertama telah bergerak dan mengenal medan. Oleh mereka kami dipilihkan daerah yang aman bagi anak-anak namun dengan kondisi banjir yang masih nyata.
Gambar di atas, adalah saat Didin dan Fuad mencoba getek debog pisang diatas sawah yang telah tergenang air di Desa Jetis KAb. Kudus. Gambar lain adalah saat anak-anak memberikan bantuan kepada warga yang rumahnya masih tergenang air, bahkan saat artikel ini ditulis.
Anak-anak nampak ceria. Kehadiran mereka justru memberi kesan tersendiri bagi para korban banjir, untuk sejenak tersenyum, melihat kegirangan anak-anak bermain dengan air, hatta itu sebenarnya air banjir.
Banjir, tanah longsor, mungkin dimata manusia adalah bencana. Tapi bagi bumi, sebenarnya ia cuma sedang berusaha menjaga keseimbangan semesta. Tanah yang rentan ia longsorkan untuk mendapatkan tanah yang kuat dan solid. Banjir, itu karena dibelahan lain dunia ada kekeringan berkepanjangan, selain memang karena tinggi permukaan air laut yang terus meninggi, sehingga air daratan tak akan dapat menyatu ke laut. Bagi bumi,ulah manusia telah mempercepat peng-air-an daratan. Ini saatnya bagi bumi kembali ke masa lalu, dimana bumi sebagian besar berupa air… air …dan air.






selamat tahun baru………..
sabar….
eh, pak imam…
glad 2 c u …
pa kabar jkt pak ? ikut kebanjiran nggak pak ?
kemarin ketemu sama pak agus, dan nanyain pak imam..
katanya, udah menjarain brp orang gitu..hehe..
moga betah di tempat yg baru pak..
afwan, kalo banyak salah pak..tapi kita tetap komunikasi ya pak…
doni
mohon bantuannya tentang penanganan recovery psikis koorban bencana banjir ini. saya wong kudus yang kebetulan kemarin ikut menjadi relawan sudah berusaha mengajak beberapa pihak, tapi semua masih sibuk direvovery fisik terutama ketersediaan logistik. sekali lagi mohon diupayakan segera bantuan recovery psikis terutama anak-anak…terimakasih
alow ar ridhi wow keren abys acara bakti sosialx pokokx keren abys
Subhanallah
Salah satu penyebab banjir adalah terganggunya keseimbangan alam. Air hujan yang mestinya terserap oleh akar-akar tanaman dalam tanah, meluncur begitu saja di permukaan karena akar tanaman yang ada tidak sebanding lagi dengan air yang tercurah oleh hujan, disamping itu, tanah-tanah terbuka juga semakin menyempit akibat tertutup oleh bangunan yang tidak menyisakan lahan terbuka. Untuk itu marilah kita coba memahami “kebutuhan alam” dengan menanam pepohonan sebanyak mungkin, dan sisakan lahan terbuka diantara bangunan. Agar bencana yang terjadi di negeri kita, setidaknya dapat berkurang.
Hal ini tersebut dalam firman Allah, surat Ar Rum ayat 41, bahwa kerusakan yang terjadi di bumi ini baik di laut maupun di darat, tidak lain dan tidak bukan adalah akibat ulah tangan-tangan manusia.
Kita semua telah diingatkan Nya, akankah kita abaikan?
selain bencana banjir, tanah longsor juga banyak melanda, negeri kita. Akar pepohonan tidak lagi mampu menopang beban tanah karena terlalu sedikit untuk menahan beban tanah yang semakin berat. Ingat pepatah, bersatu kita teguh bercerai kita runtuh, karena akar pepohonan tidak lagi bersatu untuk menahan beban tanah yang semakin berat karena curahan air hujan, sehingga runtuh menimpa apa saja yang berada dibawahnya. Kita perlu tindakan nyata untuk tetap mempertahankan keseimbangan alam ini.
wassalam
La Rochelle, awal musim dingin 2008
Mohammad SULCHAN
Anak-anak yang berangkat ke sana pasti mendapat “pengalaman” yang sangat berharga. Sampai kapan pun, mereka akan peduli pada sesama. Pelajaran yang tak ada dalam kelas. Prof!
Ya Allah, mudah2an negeri ini tetap tabah mendapatkan cobaanMu
saya dari asosiasi sebuah universitas di jepang, berencana akan ke indonesia untuk menyalurkan bantuan, apakah masih memerlukan bantuan?terima kasih.
saya dari asosiasi universitas jepang akan ke indo utk membantu.apakah masih bisa?
bodoh nya manusia zaman sekarang mcm xda mse dpn lngsung huhu…..
duh… bencana terus tapi harus tetap yakin gak ada satu orangpun yang tau kapan bencana akan terjadi & gak ada orang yang tau kapan kiamat bakalan dateng!!!……